loading=

Ada OPD Telat Realisasikan Anggaran, Penyerapan APBD Kubu Raya Diatas 90 Persen

Ada OPD Telat Realisasikan Anggaran, Penyerapan APBD Kubu Raya Diatas 90 Persen
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kubu Raya, Gunawan Putra menyampaikan tentang realisasi dan serapan APBD Kubu Raya Tahun Anggaran 2025

Kubu Raya, BerkatnewsTV. Meskipun realisasi anggaran tahun 2025 ada yang telat bahkan di bulan Desember, namun secara umum penyerapan APBD Kubu Raya Tahun Anggaran 2025 diklaim diatas 90 persen. Seperti alokasi belanja pegawai terealisasi sebesar 95,5 persen.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kubu Raya, Gunawan Putra menyampaikan di tahun 2025 lalu, program dan kegiatan juga sudah berjalan sedangkan untuk di tahun 2026 baru akan dihitung penyerapan anggarannya nanti.

“Dari hasil rilis kinerja 2025 pendapatan kita cukup baik. Dari Rp 1,98 triliun terealisasi sebanyak Rp1,94 triliun artinya 98 persen,” ucapnya ditemui usai Penyerahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Perangkat Daerah dan Unit Pelaksana (UP) Kabupaten Kubu Raya Tahun Anggaran 2026, yang dirangkaikan dengan penandatanganan pakta integritas pada Senin (5/1/2026).

Meskipun penyerapan anggaran di 2026 belum dapat diprediksi olehnya, Gunawan merasa optimis jika terjadi penyerapan lebih baik dari tahun 2025.

Baca Juga:

“Semoga di 2026 arah percepatan seperti arahan Bupati dapat dieksekusi oleh OPD-OPD yang membidangi infrastruktur, pendidikan, pelayanan publik lainnya,” katanya.

Selain itu, Gunawan juga merinci angka penyerapan anggaran yang terbagi dua kategori diatas Rp10 miliar dan dibawah Rp10 miliar yang ditujukan ke dinas teknis, dapat menyerap sebesar 98 persen.

“Terutama, dan mengejutkan adalah Dinas PUPR yang selama ini menjadi OPD yang terbaik dalam penyerapan anggarannya di 2025,” jelasnya.

Dan kemudian ia juga berpesan penyerapan di 2026 telah dideadline oleh Bupati dan Wakil Bupati Kubu Raya agar secepatnya terselesaikan.

“Seluruh pekerjaan yang bersifat lelang dan non lelang dapat segera diselesaikan dan ditoleransi sebatas di bulan Juli mendatang. Sehingga penyerapan anggaran tidak menumpuk dibulan keempat,” terangnya.(dian)