Kubu Raya, BerkatnewsTV. Wakil Ketua DPRD Kubu Raya Ummi Kultsum mengapresiasi para Kafilah asal Kubu Raya yang dapat keluar sebagai juara umum Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kayong Utara pada waktu lalu.
Ummi menyatakan dengan keluarnya prestasi gemilang itu, menjadi sebuah kerja keras peserta serta semangat dan doa dari para pihak baik itu pelatih maupun panitia. Dan bonus jutaan rupiah serta ibadah Umroh dapat diboyong para Qori Qoriah.
Kendatipun juara umum, Ummi kembali berpesan, atas keluarnya juara umum ini maka para panitia LPTQ Kubu Raya dapat mempertahankan performa dari para peserta.
“Apalagi juara umum menjadi penantian masyarakat Kubu Raya. Karena sudah 10 tahun mengikuti tapi belum pernah keluar sebagai juara umum,” ucapnya di Gedung DPRD Kubu Raya, Sungai Raya, Rabu (21/10/2026).
Kendatipun juara umum MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Barat ini masih disandang oleh Kubu Raya. Ummi dan pihaknya akan tetap mengevaluasi, agar di tahun depan masih bisa mempertahankan juara umum.
“Karena mendapatkan itu lebih mudah tapi mempertahankan itu lebih sulit,” katanya.
Dikesempatan yang berbeda Bupati Kubu Raya Sujiwo menyatakan telah menyiapkan bonus untuk Kafilah Kubu Raya yang berjuang membawa nama Kubu Raya keluar sebagai Juara umum.
Sujiwo merinci bonus tersebut mencakup uang tunai hingga paket umrah dan wisata religi. Juara I mendapatkan uang tunai sebesar Rp8 juta ditambah paket ibadah umrah. Kemudian juara II memperoleh Rp6 juta plus wisata religi ke Jawa Timur, juara III menerima Rp5 juta beserta wisata religi, serta pemenang juara harapan I hingga III turut mendapatkan apresiasi uang tunai.
Baca Juga:
- Kubu Raya Juara Umum MTQ XXXIV Buah Kerja Keras
- Kubu Raya Juara Umum MTQ XXXIV Kalbar, Geser Mempawah Juara Bertahan 7 Kali
Dana Umroh Bukan dari APBD
Bahkan, di acara tasyakuran, Selasa (20/10/2026) sejumlah peserta yang tidak membawa pulang medali berkesempatan membawa uang tunai sebesar Rp1 juta.
Bupati Sujiwo menegaskan bahwa dana untuk pemberangkatan ibadah umrah tersebut tidak dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan hasil dari skema gotong royong.
“Untuk yang umrah, tidak menggunakan APBD sama sekali. Kami melakukan gotong royong bersama. Terima kasih kepada Pak Lasarus yang bantu Rp50 juta, Pak Agus Sudarmansyah Rp10 juta, Pak Darwis Rp10 juta, serta rekan-rekan lainnya. Khusus umrah ini memang murni niat dan gotong royong kita bersama,” tegasnya.
Ia menambahkan, capaian juara umum ini sangat linier dengan predikat Kabupaten Kubu Raya yang dikenal memiliki jumlah pondok pesantren terbanyak di Kalimantan Barat.
Menurutnya, wajar jika daerah yang kaya akan pesantren melahirkan banyak ustaz, santri, hingga qori dan qoriah berprestasi.
“Pesan saya, mempertahankan itu jauh lebih berat daripada merebut. Ini bukan sekadar tentang bonus atau piala, tetapi ada pesan moral,” pungkasnya. (dian)













