Pontianak, BerkatnewsTV. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago apresiasi atas kondisi kerukunan di Kalimantan Barat yang dinilai berhasil menjadi contoh nasional dalam menjaga harmoni di tengah keberagaman.
“Kalimantan Barat ini patut menjadi contoh bagi daerah lain. Perbedaan agama dan etnis bukan lagi hambatan, melainkan kekuatan yang menyatukan,” ujarnya saat silaturahmi bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, dan perwakilan paguyuban etnis se-Kalimantan Barat di Polda Kalbar, Jumat (17/4/2026).
Ia menilai, keberhasilan tersebut menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas daerah sekaligus mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
“Persatuan merupakan pondasi utama dalam menjaga kedaulatan negara. Dinamika geopolitik global sebagai pelajaran penting bagi Indonesia. Mari kita terus memperkuat persatuan dan menjaga keutuhan bangsa, terutama di tengah dinamika global dan tantangan di ruang digital,” ajaknya.
Menurutnya, negara yang tidak solid dari dalam akan sangat rentan terhadap intervensi asing. Sebaliknya, negara dengan nasionalisme dan persatuan yang kuat akan mampu bertahan menghadapi tekanan global.
“Ketahanan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militer, tetapi juga oleh persatuan rakyat, kebanggaan terhadap sejarah, dan harga diri bangsa,” tegasnya.
Lebih lanjut, Djamari menyoroti bahwa ancaman terhadap kedaulatan bangsa saat ini tidak lagi bersifat konvensional, melainkan telah bergeser ke ruang digital.
Ia mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai penyebaran hoaks dan narasi negatif yang berpotensi memecah belah persatuan.
Baca Juga:
- Tokoh Lintas Etnis dan Agama Komitmen Jaga Kamtibmas dan Kerukunan di Kubu Raya
- FKUB Perkuat Hamornisasi Lewat Dialog Lintas Agama
“Medan pertempuran kita sekarang ada di ruang digital. Siapa yang menguasai digital, dia yang memenangkan pertempuran,” ungkapnya.
Djamari juga menegaskan pentingnya peran pemerintah dan masyarakat dalam mengisi ruang digital dengan informasi yang benar, faktual, dan edukatif.
“Kuasai ruang digital dengan mengabari dan melakukan patroli informasi. Jika ruang itu dipenuhi berita benar, maka hoaks tidak akan mendapat tempat,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah juga mengklarifikasi isu terkait ketersediaan energi. Ia memastikan bahwa stok BBM dan LPG 3 kg dalam kondisi aman meskipun terjadi gejolak harga global.
“Cadangan gas nasional berada pada level aman, sekitar 11 hingga 12 hari. Indonesia juga tetap menjaga stabilitas harga energi di tengah tekanan global,” jelasnya.
Gubernur Kalbar, Ria Norsan menilai stabilitas keamanan menjadi faktor utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi di daerah.
“Keamanan adalah fondasi utama untuk menggerakkan roda ekonomi. Tanpa stabilitas, pembangunan akan terhambat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk terus mengedepankan dialog bersama tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kondusivitas daerah.
“Kita akan terus mendorong penyelesaian persoalan sosial melalui pendekatan dialog dan kolaborasi, tanpa mengedepankan ego sektoral,” pungkasnya.(tmB)













