Kubu Raya, BerkatnewsTV. Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terjadi di tiga kecamatan yang tersebar di Kabupaten Kubu Raya. Diperkirakan lahan yang terbakar di tiga kecamatan tersebut lebih dari 30 hektare.
Seperti yang yang terjadi di Desa Sui Asam dan Desa Mekar Sari di Kecamatan Sui Raya. Di lokasi ini, diperkirakan sekitar 20 hektar lahan hangus terbakar.
“Di sini kendalanya adalah minimnya sumber air di lokasi. Tim hanya menemukan satu titik air dengan debit yang sangat kecil, sementara jarak kebakaran ke pemukiman warga hanya berkisar 1.000 meter,” ujar Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya Aiptu Ade, Kamis (26/3/2026).
Tim gabungan terpaksa harus melakukan operasi pemadaman dan pendinginan intensif di titik-titik rawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di lokasi tersebut pada Rabu (25/3/2026).
Tak hanya di satu titik, api juga menyasar Desa Arang Limbung dengan total lahan terbakar mencapai 4,5 hektar, termasuk area di dekat fasilitas pendidikan SDN 5 dan SD 52 Sungai Raya.
Di Parit Indah Sempurna, Desa Permata Jaya, tim gabungan bahkan harus melakukan penyekatan di lahan gambut kering seluas 3 hektar milik warga setempat agar api tidak merembet ke pemukiman yang berjarak 2 kilometer.
Baca Juga:
- Karhutla Hanguskan 3,5 Hektare Lahan
- 2,7 Juta Hektare Gambut Kalbar Potensi Ancaman Karhutla Terbesar di Indonesia
Rasau Jaya dan Batu Ampar Angin Kencang dan Medan Berat
Bergeser ke Kecamatan Rasau Jaya, Polsek Rasau Jaya bersama tim pemadam dari PT PLD menghadapi tantangan serupa di Dusun Sangkar Mas. Vegetasi pakis yang kering dan struktur tanah gambut membuat api cepat merambat, ditambah tiupan angin kencang.
“Kami melakukan penyekatan agar api tidak masuk ke konsesi perusahaan maupun lebih dalam ke lahan masyarakat. Jarak sumber air yang mencapai 50 km menjadi tantangan tersendiri, namun personel di lapangan terus berupaya maksimal hingga malam hari,” ungkap Ade.
Sementara itu, di wilayah hukum Polsek Batu Ampar, pemantauan melalui aplikasi Brin Fire Hotspot dan Lancang Kuning mendeteksi dua titik panas di Desa Teluk Nibung dan Desa Padang Tikar. Tim segera dikerahkan ke titik koordinat tersebut untuk melakukan verifikasi dan penanggulangan dini.
Ade pun menegaskan bahwa Polres Kubu Raya tidak akan main-main dalam menyikapi fenomena karhutla ini dan ini perintah tegas Kapolres Kubu Raya, AKBP Kadek Ary Mahardika. Penyelidikan terhadap penyebab kebakaran di sejumlah titik kini tengah berjalan.
“Kami tegaskan, Polres Kubu Raya akan menindak tegas siapa pun yang terbukti dengan sengaja melakukan pembakaran lahan. Jangan mengorbankan kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan demi kepentingan pribadi atau pembukaan lahan secara instan,” tegas Ade.
Ade menjelaskan bahwa proses pendinginan (cooling down) yang dilakukan personel di lapangan sangat krusial. Mengingat lahan di Kubu Raya didominasi gambut, api seringkali masih tersimpan di bawah permukaan tanah meskipun di atas terlihat sudah padam.
“Karhutla bukan hanya urusan polisi atau pemadam kebakaran, ini adalah tanggung jawab kita semua. Kami menghimbau masyarakat untuk segera melapor jika melihat titik api sekecil apa pun dan tidak lagi menggunakan metode bakar untuk membersihkan lahan,” pungkasnya.(tmB)













