Ketapang, BerkatnewsTV. Direktorat Jendral Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan RI saat ini sedang melakukan pengembangan dan perluasan terhadap terminal Bandara Rahadi Oesman di Kabupaten Ketapang.
Wakil Gubernur Kalbar, Krisantus Kurniawan menilai pembangunan infrastruktur bandara merupakan langkah penting dalam meningkatkan konektivitas wilayah di Kalimantan Barat.
“Saya baru saja mendarat di Ketapang dan ini pertama kalinya saya menggunakan pesawat ke sini. Biasanya saya menempuh perjalanan menggunakan mobil. Pembangunan terminal baru di Bandara Ketapang ini tentu menjadi perkembangan yang sangat baik,” ujarnya saat meninjau pembangunan dan peningkatan fasilitas terminal baru di Bandara Rahadi Oesman, Kabupaten Ketapang, Jumat (6/3/2026).
Krisantus juga mengapresiasi upaya pemerintah dalam memperluas dan meningkatkan fasilitas bandara karena dinilai akan memberikan dampak positif terhadap mobilitas masyarakat serta pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kita sangat mengapresiasi perluasan Bandara Ketapang ini. Saat ini sudah ada sekitar tujuh penerbangan yang melayani rute dari dan ke Ketapang. Ke depan juga direncanakan akan dibuka rute penerbangan baru termasuk ke Pangkalan Bun,” ungkapnya.
Baca Juga:
- Korupsi Proyek Bandara Rahadi Oesman Rp8 Miliar, 6 Tersangka Ditahan
- 25 Tahun Diwacanakan, Bandara Sukadana Belum Terbangun. Norsan: Kita Usulkan ke Pusat
Menurutnya, penambahan rute penerbangan akan semakin mempercepat akses transportasi udara bagi masyarakat.
“Dengan semakin banyaknya penerbangan, tentu ini akan memperpendek waktu tempuh dan mempermudah masyarakat dalam bepergian. Transportasi udara menjadi lebih cepat dan efisien untuk menjangkau berbagai daerah,” katanya.
Krisantus juga menilai rencana pembukaan rute penerbangan ke Pangkalan Bun akan membantu mengurangi kepadatan penerbangan yang selama ini bertumpu di Pontianak.
“Kalau nanti rute ke Pangkalan Bun dibuka, ini akan sangat membantu. Kepadatan penerbangan yang selama ini bertumpu di Pontianak bisa lebih terurai,” jelasnya.
Selain itu, masyarakat juga akan memiliki lebih banyak pilihan rute perjalanan.
“Masyarakat nantinya memiliki alternatif perjalanan. Misalnya jika penerbangan ke Pontianak penuh, mereka bisa melalui Pangkalan Bun. Jadi pilihan transportasinya semakin banyak dan lebih fleksibel,” pungkasnya.(rob)













