Kubu Raya, BerkatnewsTV. Sebanyak 14 personel relawan Pemadam Kebakaran dan Tanggap Darurat Swadesi Assalam, Sabtu dan Minggu, mengikuti Latihan Dasar Pemadam Kebakaran dan Tanggap Darurat Swadesi Assalam angkatan tahun 2026.
Pelatihan yang didampingi oleh BPBD Kubu Raya ini ditujukan sebagai media berlatih, membangun kekompakan dan kerjasama tim, serta ajang silaturahmi antara pengurus, anggota, masyarakat termasuk dengan orangtua relawan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kubu Raya, Arianto, menyambut baik upaya Swadesi Assalam dalam mengedukasi relawannya dengan memberi pemahaman komprehensif mengenai teori dan teknik pemadaman serta pengetahuan dasar kedaruratan lainnya.
“Ini tentu dapat membentuk sikap dan karakter serta mentalitas yang tenang namun cekatan dalam menghadapi situasi darurat, termasuk kebakaran,” kata Arianto saat menutup Latihan Dasar Pemadam Kebakaran dan Tanggap Darurat Swadesi Assalam angkatan 2026, Minggu (8/2/2026).
Ia berharap, para relawan Swadesi Assalam ke depannya dapat berkontribusi dan bersama-sama dengan seluruh komponen lainnya, baik itu masyarakat maupun BPBD Kubu Raya, dalam menanggulangi berbagai situasi darurat di wilayah Kubu Raya khususnya dan Kalimantan Barat umumnya.
“Dengan memahami materi seperti teknik dan simulasi menggunakan peralatan pemadam api dengan benar dan melakukan prosedur evakuasi yang aman, semoga ini menjadi bekal para relawan bekerja dengan aman,” ujarnya.
Baca Juga:
- Diundang Khusus Yayasan Damkar Khatulistiwa, Ria Norsan Janji Tingkatkan Sinergisitas
- Keberanian Petugas Damkar Tangkap Ular Cobra
Karena prinsip utama dalam melakukan penyelamatan, tambahnya, adalah bagaimana si penyelamat ini memastikan dirinya aman terlebih dahulu.
Kegiatan yang dilakukan selain pembekalan materi dan simulasi ini, juga para peserta latsar melakukan perjalanan panjang atau long march sejauh 27 kilometer dari Kantor Desa Sungai Rengas, di Kecamatan Sungai Kakap, hingga ke Kantor BPBD Kubu Raya.
“Saat menempuh jarak puluhan kilometer, kelelahan fisik akan mengikis ego pribadi dan digantikan oleh rasa kebersamaan dan setia kawan. Tidak ada yang bisa sampai ke garis finish sendirian jika semangat tim hancur, karen keberhasilannya ditentukan oleh kerjasama tim termasuk bagaimana memotivasi orang yang paling lambat dalam kelompok tersebut,” ujar Kepala Bidang Pemadaman, Penyelamatan, dan Sarana Prasarana BPBD Kubu Raya, Sulistiono, yang selama long march bersama anggotanya melalukan pendampingan.
“Kami mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Swadesi Assalam terhadap relawannya ini, membekali pengetahuan dasar sebelum siap diterjunkan ke lokasi kebakaran maupun situasi darurat lainnya,” ujar Kepala Seksi Pelayanan Desa Sungai Rengas, Ilyas, saat membuka acara di halaman Kantor Desa Sungai Rengas, Sabtu (7/2/2026).
Ia berharap usai pelatihan ini para relawan dapat mengambil peran sebagai garda terdepan dalam menghadapi situasi darurat di lingkungan masyarakat kelak.
“Kita ketahui relawan pemadam ini tidak hanya memadamkan api, tetapi juga melakukan berbagai misi penyelamatan seperti evakuasi korban bencana, penanganan hewan berbahaya, bahkan membantu masyarakat dalam hal kecil seperti membuka cincin di jari yang susah dibuka, hingga mencari kunci motor yang terjatuh ke selokan,” ucapnya.(tmB)













