loading=

Hilirisasi Ternak Ayam Terintegrasi Targetkan Produksi 1 Juta Ton. Serapan Tenaga Kerja 1,46 Juta

Hilirisasi Ternak Ayam Terintegrasi Targetkan Produksi 1 Juta Ton. Serapan Tenaga Kerja 1,46 Juta
Direktur Utama PT (Persero) Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) ID Food Ghimoyo memaparkan Proyek Hilirisasi Ternak Ayam Terintegrasi aat groundbereaking serentak pada Jumat (6/2/2026) di Malang Jawa Timur. Foto: tangkapan layar youtube PT Danantara

Malang, BerkatnewsTV. Proyek Hilirisasi Ternak Ayam Terintegrasi dimulai. PT (Persero) Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) melalui anak perusahaannya PT Berdikari telah memulai groundbreaking secara serentak di enam provinsi.

Lokasi proyek tersebut berada di Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Gorontalo Utara Provinsi, Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung, Kabupaten Bone Provinsi Sulsel, Kabupaten Penajam Paser Provinsi Kaltim, dan Kabupaten Sumbawa Provinsi NTB. Enam provinsi ini merupakan fase I dari total 13 provinsi.

Proyek ini didanai oleh PT Danantara yang telah menyiapkan investasi sebesar Rp20 triliun bekerja sama dengan Kementerian Pertanian yang tersebar di 30 lokasi 13 provinsi. Sejumlah proyek yang dibangun seperti Grand Parent Stok (GPS), Parent Stok (PS) Final Stok (FS), Pabrik Pakan Ternak, Pabrik Pengolahan Daging Ayam dan Telur, Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) hingga Cold Storage.

Proyek besar ini akan dikelola oleh PT Berdikari anak perusahaan PT RNI dengan menggandeng mitra-mitra swasta dan peternak-peternak lokal termasuk pemerintah daerah.

Direktur Utama PT (Persero) Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) ID Food Ghimoyo mengatakan groundbreaking ini merupakan salah satu upaya pengembangan industri ayam terintegrasi untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Baca Juga:

“Jadi fase I ini ada enam dari 30 rencana besar untuk hilirisasi perunggasan Indonesia,” katanya saat groundbreaking pada Jumat (6/2/2026).

Ghimoyo sebutkan sebanyak 30 titik rencana hilirisasi pengembangan industri ayam terintegrasi akan memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan nasional dengan target produksi 1,5 juta ton daging ayam dan 1 juta ton telur.

“Sekaligus menghadirkan dampak ekonomi yang signifikan berupa penciptaan lapangan kerja 1,46 juta lapangan kerja baru serta peningkatan pendapatan peternak hingga Rp81,5 triliun per tahun secara bruto,” ungkapnya.

Ghimoyo sebutkan program Hilirisasi Ternak Ayam Terintegrasi ini akan menopang kebutuhan pangan, 82,9 juta penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG), dan berperan dalam penurunan stunting serta kemiskinan struktural.

“Selain itu punya peran strategis dalam mendukung program MBG seiring meningkatnya kebutuhan protein hewani berupa daging, ayam, dan telur. Melalui proyek ini, tercipta stabilitas pasokan, stabilitas harga, penguatan stok nasional dan serta menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat.(rob)