loading=

Pasca-Teror Bom Molotov, Murid SMPN 3 Sui Raya Diberikan Bimbingan Psikologis

Pasca-Teror Bom Molotov, Murid SMPN 3 Sui Raya Diberikan Bimbingan Psikologis
Bupati Kubu Raya Sujiwo saat meninjau SMPN 3 Sui Raya pasca-Teror bom molotov, Jumat (6/2/2026). Foto: kan/berkatnewstv

Kubu Raya, BerkatnewsTV. Pasca insiden ledakan bom molotov di SMP Negeri 3 Sui Raya, para murid akan diberikan bimbingan psikologis serta program pendidikan spritual ramadhan.

Upaya ini dilakukan untuk kembali menguatkan sebagian mental para murid yang sempat menyaksikan ledakan di sekolah tersebut.

Bupati Kubu Raya Sujiwo juga meminta pihak sekolah untuk melaksanakan aktivitas belajar mengajar seperti sedikala di empat hari kedepan. Meskipun proses penyidikan dalam peristiwa ini tetap berjalan.

“Kita pastikan minggu depan sudah bisa normal kembali proses belajarnya. Garis polisi juga sudah dilepas jadi sistem belajar jarak jauh sudah tidak perlu lagi,” ucapnya saat meninjau SMPN 3 Sui Raya, Jumat (6/2/2026)

Disamping itu Sujiwo menyoroti aksi perundungan yang dapat merusak mental anak pelajar. Ia pun berpesan agar satuan pendidikan dan Disdikbud Kubu Raya mengawasi ketat karakter disetiap anak didiknya masing-masing.

“Kalau Bullying kita akan lawan keras karena tidak boleh itu terjadi sebab dapat merusak psikologis mental anak,” ujarnya.

Baca Juga:

Dibalik peristiwa ini Sujiwo merasa nyakin kalau di SMPN 3 Sui Raya ini tidak pernah terjadi aksi perundungan yang menyebabkan rusaknya metal seorang pelajar.

“Apakah disini pernah terjadi? Tentunya tidak. Mungkin saja kemarin sekedar analisa sementara,” tanyanya ke Kepala Sekolah SMPN 3 Sui Raya.

Sementara Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kubu Raya Syarif Muhammad Firdaus Alkadrie pastikan SMPN 3 Sui Raya akan melaksanakan aktivitas belajar dan mengajar secara seperti biasanya yang akan dimulai hari Senin depan.

“Kita juga akan menghadirkan tenaga psikologis untuk mendampingi anak-anak murid agar kesehatan mental para murid kembali pulih. Karena ini sebagai pendeteksi awal agar tidak terjadi trauma dikalangan murid,” timpalnya.

Selain itu, ia menyampaikan akan memberikan program spritual menjelang bulan ramadan untuk meningkatkan ibadah para pelajar yang beragama muslim.

“Karena temanya ramadan khusus yang muslim sedangkan non muslim nanti menyesuaikan dari kenyakinannya masing-masing,” terangnya. (dian)