loading=

Awal Tahun 2026 7 Kabupaten di Kalbar Dilanda Banjir

Awal Tahun 2026 7 Kabupaten di Kalbar Dilanda Banjir
Di awal tahun 2026 tercatat ada tujuh kabupaten di Kalbar dilanda banjir rob akibat fenomena hidrometrologi. Ketujuh kabupaten tersebut yakni Sambas, Sekadau, Melawi, Bengkayang, Landak, Sanggau dan Sintang. Data: Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Kalbar

Pontianak, BerkatnewsTV. Di awal tahun 2026 tercatat ada tujuh kabupaten di Kalbar dilanda banjir rob akibat fenomena hidrometrologi. Ketujuh kabupaten tersebut yakni Sambas, Sekadau, Melawi, Bengkayang, Landak, Sanggau dan Sintang.

Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Kalbar telah mendapat laporan dari masing-masing daerah kondisi desa dan jumlah warga yang terdampak banjir rob tersebut.

“Banjir terjadi di 51 desa 22 kecamatan di 7 kabupaten tersebut. Dengan jumlah warga yang terdampak 929 KK atau 3.532 jiwa. Dan sebanyak 482 unit rumah terendam,” ungkap Koordinator Harian Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Kalbar, Daniel dalam siaran pers yang diterima redaksi, Minggu (11/1/2026).

Rinciannya Ia sebutkan untuk di Kabupaten Sambas banjir terjadi di 2 desa 1 kecamatan dengan jumlah penduduk terdampak sebanyak 406 KK atau 1.724 Jiwa. Dan sebanyak 406 unit rumah terendam banjir. Begitu pula dengan 7 fasilitas pendidikan ikut terendam banjir. Namun kondisi saat ini air sudah surut.

“Kemudian di Sekadau banjir melanda 4 desa di 1 kecamatan. Jumlah penduduk yang terdampak sebanyak 844 jiwa. Kondisi saat ini masih ada genangan air,” jelasnya.

Baca Juga:

Untuk di Kabupaten Melawi banjir terjadi di 18 desa yang tersebar di 6 kecamatan. Dengan jumlah penduduk yang terdampak sebanyak 523 KK atau 964 jiwa. Terdapat satu jembatan yang rusak. Kondisi terkini debit air mulai surut di beberapa desa terdampak.

Banjir juga melanda Kabupaten Bengkayang yang merendam 7 desa di 6 kecamatan. Pihak BPBD Bengkayang masih melakukan pendataan terhadap korban dan fasilitas yang terdampak. Kondisi saat ini masih ada genangan air.

“Banjir juga terjadi di Kabupaten Landak yang melanda 6 desa di 4 kecamatan. Korban dan fasilitas terdampak masih dalam pendataan. Kondisi saat ini masih ada genangan air,” ucapnya.

Sedangkan di Kabupaten Sanggau ditambahkan Danil banjir melanda di 5 desa yang tersebar di 3 kecamatan. Korban dan fasilitas terdampak masih dalam pendataan. Kondisi saat ini masih ada genangan air.

“Sementara di Kabupaten Sintang banjir melanda 9 desa di 1 kecamatan. Jumlah penduduk terdampak sebanyak 326 jiwa. Rumah yang terendam ada 76 unit dan 4 jembatan yang ambruk. Kondisi saat ini masih ada genangan air,” ujarnya.

Daniel mengimbau masyarakat harus sudah waspada dan mengantisipasi datangnya banjir susulan seiring kondisi cuaca yang masih ekstrem dengan turunnya hujan.(rob)