Kubu Raya, BerkatnewsTV. Kendati sempat terjadi defisit anggaran, namun realisasi APBD Kubu Raya Tahun Anggaran 2024 menunjukan progres yang menggembirakan seperti tahun sebelumya. Sebab capaian realisasinya diatas 90 persen.
Akan tetapi menurut Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto, LKPj tahun 2024 merupakan data yang masih dalam proses penyusunan laporan keuangan karena yang bersifat audited masih belum ada dari BPK sehingga masih bersifat unaudited.
Dalam pidato pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) 2024 yang disampaikan Sukiryato terlihat Pendapatan Daerah yang ditargetkan sebesar Rp1,8 triliun terealisasi Rp1,7 triliun.
Pendapatan Daerah ini terbagi menjadi tiga komponen yakni Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pendapatan Transfer dan Lain-lain pendapatan yang ah.
Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ditargetkan Rp266 miliar dapat terealisasi Rp253 miliar atau 95,20 persen. PAD ini terdiri dari Pajak Daerah dari target Rp189,02 miliar dapat terealisasi Rp189,6 miliar atau 100,31 persen. Kemudian Reribusi Daerah ditargetkan Rp10,05 miliar dapat terealisasi Rp11,72 miliar. Begitu pula hasil pengelolaan kekayaan daerah dari target Rp4,1 miliar dapat terealisasi 100 persen. Serta lain-lain pendapatan yang sah dari target Rp62,8 miliar hanya mampu terealisasi Rp47,7 miliar atau 76,08 persen.
Disisi Pendapatan Transfer yang semula ditargetkan Rp1,6 triliun dapat terealisasi Rp1,5 triliun atau 95,83 persen. Pendapatan transfer ini terdiri dari pendapatan transfer pemerintah pusat sebesar Rp1,47 triliun dapat terealisasi Rp1,43 triliun atau 97,31 persen. Sementara dari pendapatan transfer antar-daerah yang ditargetkan Rp126 miliar terealisasi Rp98,9 miliar atau 78,50 persen. Sedangkan lain-lain pendapatan daerah yang sah tidak ada.
Sukiryanto juga membeberkan target dan realisasi APBD Kubu Raya tahun anggaran 2024. Dimana target Rp1,8 triliun dapat terealisasi Rp1,7 triliun atau 95,31 persen.
Baca Juga:
Anggaran belanja daerah terdiri dari belanja operasi dari target Rp1,4 triliun dan terealisasi Rp1,3 triliun atau 94,16 persen. Belanja operasi seperti belanja pegawai dari target Rp666 miliar terealisasi 632 miliar atau 94,93 persen. Belanja barang dan jasa dari target Rp691 miliar terealisasi 642 miliar atau 92,91 persen. Sedangkan belanja bunga nol persen alias tidak ada. Sementara di belanja hibah Rp87 miliar terealisasi Rp86 miliar. Kemudian belanja bantuan sosial Rp54 miliar terealisasi Rp51 miliar atau 94,71 persen.
Selain belanja operasi, belanja daerah juga untuk belanja modal yang terdiri dari belanja modal tanah, peralatan dan mesin, belanja modal gedung dan bangunan, jaringan dan irigasi, serta belanja modal aset tetap. Di belanja modal ini ditargetkan 189 miliar dan terealisasi Rp186 miliar atau 98,33 persen.
Terdapat juga belanja tidak terduga sebesar Rp1,8 miliar terealisasi Rp1,7 miliar atau 97,70 persen.
Begitu pula dengan belanja transfer yang terbagi dalam belanja bagi hasil dan belanja bantuan sebesar Rp236,8 miliar terealisasi Rp236,5 miliar atau 99,87 persen.
Dan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenan (Silpa) Rp66.898.
Ketua DPRD Kubu Raya Johan Saimima mengatakan LKPj tahun 2024 tersebut nantinya akan dibahas oleh legislatif melalui Panitia Khusus (Pansus) yang telah dibentuk dan disahkan.
“Jadi kita menunggu hasil pembahasan Pansus dengan OPD-OPD terkait,” jelasnya.(rob/dian)