Description

Buaya di Padang Tikar Mengamuk Terkam Solihin

Solihin warga Padang Tikar yang diterkam buaya pada Senin (9/7) sedang mendapatkan perawatan di Puskesmas Padang Tikar. Foto: tmB
Solihin warga Padang Tikar yang diterkam buaya pada Senin (9/7) sedang mendapatkan perawatan di Puskesmas Padang Tikar. Foto: tmB

Kubu Raya, BerkatnewsTV. Warga Desa Padang Tikar Satu di Kecamatan Batu Ampar, Solihin (51) diterkam buaya. Akibatnya, Solihin mengalami 11 jahitan dan patah tulang di kaki kanannya.

Peristiwa ini bermula sehari sebelumnya pada Minggu (7/7), ketika anak korban bertemu dengan buaya saat mancing di kebun kelapa milik ayahnya.

Anak Solihin menceritakan pengalamannya tersebut kepada sang ayah. Mendengar cerita itu, keesokan paginya Solihin memutuskan untuk memastikan kebenaran cerita anaknya dengan membawa sebatang bambu ke lokasi.

Setiba di lokasi, Solihin berniat menancapkan bambu di Sungai Lalat sebagai tanda keberadaan buaya muara yang ditemui anaknya.

Baca Juga:

Namun, nasib malang menimpanya ketika ia turun ke semak-semak di bibir sungai. Tanpa diduga, buaya langsung menerkam kaki kanannya. Solihin terseret ke dalam sungai dan berteriak histeris untuk meminta pertolongan.

Untungnya, beberapa warga yang sedang memanen buah kelapa mendengar teriakan histeris Solihin. Dan segera memberi bantuan, korban pun berhasil diselamatkan dari cengkraman buaya. Solihin langsung dilarikan ke Puskesmas Padang Tikar untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban selamat dan saat ini masih menjalani perawatan medis secara intensif. Akibat serangan buaya, korban mengalami sebelas jahitan luka terbuka bekas gigitan buaya dan patah tulang (fraktur tibia) di kaki sebelah kanan,” terang Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya Aiptu Ade.

Hingga saat ini, pihak Polsek Batu Ampar bersama Babinsa, masyarakat, dan pemerintah desa masih terus melakukan pencarian terhadap buaya muara yang menerkam Solihin.

“Upaya ini dilakukan untuk memastikan keamanan warga sekitar dan mencegah terjadinya serangan serupa di kemudian hari. Pencarian buaya dilakukan dengan penuh kewaspadaan dan melibatkan berbagai pihak untuk meningkatkan efektivitas dan keselamatan selama proses pencarian. Agar warga Padang Tikar lainnya tidak lagi diterkam buaya,” pungkasnya.(tmB)