Pontianak, BerkatnewsTV. Perhelatan Naik Dango I Kota Pontianak di Rumah Radakng resmi dibuka oleh Asisten II Setda Pemprov Kalbar Ignatius Ig mewakili Pj Gubernur Kalbar. Para pengunjung pun disuguhkan tarian adat Dayak menyambut panen padi dari seluruh komunitas Dewan Adat Dayak (DAD) kecamatan yang ada di Pontianak.
Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Pontianak Yohanes Nenes mengatakan naik dango I ini baru pertama kalinya digelar. Untuk itu pihaknya berharap dengan digelarnya acara ini dapat menggali seni budaya yang belum terangkat.
“Menjadikan naik dango ke-1 ini menjadi agenda tahunan Pemkot Pontianak, Kalbar bahkan ke tingkat nasional sehingga bisa dikenal untuk generasi muda,” tambahnya disela pembukaan, Kamis (18/4).
Sementara Ketua DAD Kalbar Cornelius Kimha mengatakan sejatinya adat suku Dayak ada tiga aspek kehidupan pertama meramu, kedua berburu dan ketiga bercocok tanam.
“Nah, dari mana naik dango ini berkaitan dengan budaya. Kaitannya adalah bercocok tanam, untuk melanjutkan kehidupan berkelanjutan yang telah disepakati secara adat,” jelasnya.
Ia pun menjelaskan acara naik dango yang sebelumnya dilaksanakan di daerah-daerah tertentu kini dapat dilaksanakan di kota. Menurutnya, nilai kebudayaan itu tidak terlepas dari prilaku moral setiap insan manusia yang memiliki nilai seni kreativitas.
“Artinya orang Dayak secara moral dan budaya sudah mampu menciptakan gagasan besar. Yaitu adat istiadat, tata cara adat dan hukum adat hingga sampai bagaimana cara dia (orang Dayak) berterimakasih,” terangnya.
Baca Juga:
- Diawali Ngampar Bide, Ini Tiga Makna Naik Dango Dayak di Pontianak
- Naik Dango I Pontianak, Masyarakat Dayak Gelar Ritual Ngampar Bide
Ketua Dewan Pembina DAD Kalbar, Lasarus apresiasi terlaksananya naik dango ke-1 Kota Pontianak.
“Menurut saya event seperti ini sangat baik. Hari ini kita (orang Dayak) harus ambil bagian, yang dimana kita harus berada di meja keputusan itu diambil, kita tidak lagi harus mempercayakan nasib dan masa depan bangsa Dayak hanya kita titipkan kepada orang lain,” sebutnya.
Sementara itu Sekjen Majelis Adat Dayak Nusantara (MADN) Yakobus Kumis menyampaikan pentingnya riset teknologi dalam pengelolaan pertanian. Karena dengan riset teknologi tersebut dapat menciptakan bibit unggul berkualitas baik dalam sector pertanian.
“Kita ini tertinggal jauh. Orang sudah, modernisasi kita masih pakai manual yakni nyangkul tanpa ada perkembangan. Nah karena itulah riset teknologi ini penting supaya kita mendapat bibit unggul. Mendapat mesin-mesin peralatan yang baik untuk kelanjutan hidup masyarakat kita,” jelasnya.
Naik Dango dihiasi sejumlah kegiatan diantaranya, acara adat Nyagahatn, ritual adat masang pamabakng, ritual ngalajukatn, tarian jongan, music sape, pencak silat, eksebisi sumpit, panga gasingi, hiburan artis, pameran dan kuliner UMKM dan lainnya. (dian)