Kubu Raya, BerkatnewsTV. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kubu Raya akan melayangkan somasi kepada Persatuan Tinju Nasional Indonesia (Pertina) Kalimantan Barat (Kalbar).
“Kami akan layangkan somasi ke Pertina Kalbar,” kata Kuasa Hukum KONI Kubu Raya Aswan Arkan saat konfrensi pers, Sabtu (12/11).
Somasi ini disebutkan Aswan lantaran Pertina Kalbar telah melarang atlet tinju Kubu Raya tanpa dasar yang jelas.
“Prosedur administrasi yang disampaikan KONI Kubu Raya ke Pertina Kalbar sudah dijalankan tapi ternyata ditanggapi justru melarang atlet tinju Kubu Raya bertanding di Porprov,”” kata Aswan.
Menurut Aswan, keputusan yang diambil Pertina Kalbar ini telah menciderai dan melukai atlet yang berjuang atas nama Kabupaten Kubu Raya.
“Kasihan atletnya yang telah berlatih siang malam tapi dilarang bertanding,” tuturnya.
Larangan atlet tinju Kubu Raya bertanding di Porprov dipicu adanya konflik internal pengurus Pertina Kalbar dan Kubu Raya.
“Ini sama saja atlet tinju Kubu Raya didiskualifikasi,” kata pengurus Pertina Kubu Raya, Sugianto saat konfrensi pers, Sabtu (12/11).
Padahal, tambah Sugianto lima atlet tinju Kubu Raya ini sudah mempersiapkan diri dan berlatih sejak beberapa bulan lalu. Mereka siang malam telah latihan agar bisa meraih prestasi untuk Kubu Raya.
“Jelas ini membuat atlet kecewa, marah dan menangis. Keputusan Pertina Kalbar ini jelas merugikan bagi atlet,” kesalnya.
Disebutkan Sugianto, masalah ini dipicu dari konflik internal kepengurusan. Pengkab Pertina Kubu Raya akan berakhir masa kepengurusannya. Kemudian menggelar musyawarah cabang (muscab) namun tidak dikeluarkan Surat Keputusan (SK) dari Pertina Kalbar.
Tiba-tiba Pertina Kalbar menginginkan calon lain untuk menjadi Ketua Pengkab Pertina Kubu Raya hanya melalui diskusi beberapa orang saja.
“Saya yang diamanahkan hasil dari muscab diminta untuk mengundurkan diri. Jelas hal ini saya harus diskusikan lagi dengan kawan – kawan. Bagi saya tidak masalah siapa pun yang ingin menjadi Ketua Pertina Kubu Raya. Namun masalah ini lebih baik diselesaikan setelah Porprov. Kita fokuskan dulu ke atlet agar bisa bertanding,” ujarnya.
Baca Juga:
- Pertina Kalbar Korbankan Atlet Kubu Raya
- Konflik di Pertina, Atlet Tinju Kubu Raya Dilarang Tanding di Porprov
Ketua KONI Kubu Raya Ariono berharap konflik yang terjadi di tubuh internal Pertina jangan sampai mengorbankan atlet Kubu Raya. Apalagi tidak dengan alasan yang mendasar.
“Jika ada persoalan di tingkat internal cabor Pertina, maka harusnya diselesaikan secara internal. Jangan mengorbankan atlet yang bersemangat tinggi untuk mencapai prestasi,” katanya saat konfrensi pers, Sabtu (12/11).
Ia meminta agar larangan atlet tinju mengikuti Porprov dapat dicabut. Sehingga atlet tersebut dapat berkompetisi dengan sehat sehingga dapat menunjunjung sportifitas.
“Apabila permasalahan ini belum terselesaikan maka Pertina tidak melaksanakan technical meeting yang akan digelar hari ini,” pintanya.
Sebab ditegaskan Ariono, atlet yang bertanding di Porprov tidak hanya bertanding membawa nama cabang olahraga (cabor) semata namun lebih jauh membawa nama daerah dan berjuang atas nama masyarakat Kabupaten Kubu Raya.
“Apalagi semua atlet tinju Kubu Raya sudah memenuhi syarat. Telah didaftarkan melalui sistem baik secara by data, entri by name, dan entri by number. Itu semua sudah lolos. Bahkan atlet sudah menerima id card. Jadi tidak ada persoalan lagi,” tegasnya.
Pihaknya tambah Ariono telah mengirimkan surat resmi kepada Pertina Kalbar soal konflik yang terjadi di tubuh Pertina yang meminta agar dapat mengkaji dan menyelesaikan secara internal.
Atas konflik tersebut, KONI Kubu Raya telah mengambil alih sementara atlet tinju Kubu Raya agar tetap bisa bertanding di Porprov XIII. Kewenangan KONI ini telah diatur dalam Anggaran Dasar KONI pasal 32 ayat 10.
Namun tiba – tiba pada tanggal 10 November 2022, tiga hari menjelang pertandingan, Pertina Kalbar menerbitkan surat keputusan melarang atlet tinju Kubu Raya bertanding di Porprov.
“Kami masih berusaha melakukan mediasi dengan Pertina Kalbar yang juga dihadiri KONI Kalbar, tapi ternyata Pertina Kalbar masih ngotot untuk tidak mempertandingkan atlet Kubu Raya,” ujarnya.
Menurut Ariono, sikap dan keputusan Pertina Kalbar telah memudarkan semangat menjunjung tinggi sportifitas dalam dunia olahraga.(tmB)