Kubu Raya, BerkatnewsTV. Restorasi Hutan dan Sungai (Rotan) Kapuas mengaku kecewa dengan penilaian Balai Wilayah Sungai Kalimantan (BWSK) 1 Pontianak yang tidak sesuai kriteria.
Ketua Komunitas Rotan Kapuas, Sahli, mengatakan empat poin kriteria penilaian yang tidak terpenuhi dari Akademi Ide Kalimantan.
Diantaranya penilaian keterbukaan informasi dalam pelaporan keuangan, pertemuan rutin jadwal, tempat, bersama anggota, tampilan video kegiatan Akademi Ide Kalimantan tidak ada.
“Poin yang sangat kami kecewakan dikarenakan tidak sesuai dengan topik yang diprosedurkan BWSK 1 Pontianak yakni yang berkaitan dengan sungai dari pemaparan Akademi Ide Kalimantan tidak sama sekali. Tidak ada berkaitan dengan sungai barik dari pelestarian sungainya dan semacamnya. Ini kacau,” kata Sahli, Sabtu (2/7).
Baca Juga:
- Cara Sederhana Cegah Sapi Sakit PMK ala Kang Gason
- Berapa Jumlah Kursi di Kumpai Raya. Ini Penjelasan KPU
Selain itu tambah Sahli, berdasarakan undangan buku panduan penguatan komunitas peduli sungai tingkat nasional tahun 2022 ajang ini tegas diperuntukan untuk komunitas peduli sungai bukan lainnya.
“Saya bingung sebanarnya ajang ini untuk pembinaan komunitas peduli sungai atau BWSK/BBWK. Kok penilaiannya di luar yang sudah ditetapkan,” ucapnya.
Rotan Kapuas adalah komunitas warga di Desa Sungai Enau, Kecamatan Kuala Mandor B Kabupaten Kubu Raya yang berdiri sejak 2017. Mereka aktif secara sukarela mewakafkan diri untuk menjaga lingkungan di sana.(her)