Kubu Raya, BerkatnewsTV. Gubernur Kalbar Sutarmidji akui saat ini Kalimantan Barat masih banyak kekurangan guru. Sehingga tak heran, hampir di setiap sekolah di seluruh daerah masih banyak guru yang merangkap mengajar beberapa mata pelajaran.
“Kondisi ini jelas mempengaruhi mutu pendidikan maupun peningkatan IPM Kalbar,” katanya disela menghadiri pelantikan Rektor IKIP PGRI Pontianak di Kubu Raya, Selasa (24/5).
Untuk mengatasi kekurangan guru di Kalbar, Sutarmidji memiliki konsep yang diyakini cukup jitu apalagi dengan sistem kampus merdeka yang telah dijalankan saat ini.
Konsep itu yakni membagi sistem pembelajaran bagi mahasiswa selama menimba ilmu di perguruan tinggi. Dimana enam semester belajar di kampus dan dua semester praktek lapangan di desa-desa. Ketika mahasiswa tersebut praktek atau mengajar di sekolah-sekolah tentu akan ada honor yang diterimanya.
“Sehingga jika terjadi kekurangan guru di sekolah itu, maka mahasiswa tersebut bisa membantu mengisinya. Konsep ini lah yang saya harapkan bisa dijalankan IKIP PGRI Pontianak,” harapnya.
Baca Juga:
Apalagi tambah Sutarmidji, pemerintah telah membuka lowongan tenaga PPPK yang lebih mudah ketimbang CPNS. “Kedua status pegawai ini sama. Sama-sama mendapat gaji, tunjangan, jenjang karirnya pun sama. Hanya PPPK tidak ada pensiun saja,” terangnya.
Sutarmidji yakin jika konsep ini diterapkan maka Kalbar dalam kurun waktu beberapa tahun kedepan tidak akan terjadi kekurangan guru di sejumlah daerah.
“Tidak ada lagi guru yang mengajar beberapa mata pelajaran, guru yang menjadi kepala sekolah. Kan jadi tidak profesional,” tuturnya.
Bahkan, disebutkan Sutarmidji, konsep ini akan mendukung pembangunan Desa Mandiri. Sebab 1 dari 54 indikator Desa Mandiri adalah akses pendidikan yang harus terpenuhi yang muara akhirnya dapat meningkatkan IPM.
Sementara itu Rektor IKIP PGRI Muhammad Firdaus menyambut baik konsep yang diinginkan Gubernur Kalbar.
“Kita akan mencobanya namun sebelumnya kami akan bertemu dulu dengan beliau, seperti apa sistem dan konsepnya nanti agar dapat disesuaikan di lapangan,” terangnya.
Apalagi tambah Firdaus, IKIP PGRI Pontianak telah menargetkan lulusannya sebanyak 1.600 hingga 2.000 mahasiswa untuk mengisi kekurangan guru di Kalbar.
Namun pihaknya tidak bisa menargetkan berapa jumlah lulusan IKIP PGRI yang bisa mengisi kekurangan guru di Kalbar dikarenakan beberapa faktor.
“Kembali lagi kepada pemerintah bahwa kalau lah penerimaan guru di Kalbar ini yang program studinya di Kalbar tidak ada jurusannya maka kita mencari dulu dosennya baru kita bisa mengukur berapa kekurangan guru di Kalbar,” jelasnya.
Muhammad Firdaus dilantik dan dikukuhkan sebagai Rektor IKIP PGRI Pontianak masa bakti 2022-2026 menggantikan Rustam S.Pd. M.Kons yang telah habis masa jabatannya.(rob)