loading=

Calon Imam dan Khotib Ikuti Pelatihan. Kemenag Ingatkan Khutbah yang Bukan Provokatif

H. Nasri H. Rajali saat menyampaikan materi kepada para calon imam dan khotib di Masjid Jamik.
H. Nasri H. Rajali saat menyampaikan materi kepada para calon imam dan khotib di Masjid Jamik. Foto: pek

Sanggau, BerkatnewsTV. Sebanyak 34 calon Khotib dan Imam se Kota Sanggau mengikuti pelatihan yang diselenggarakan Pengurus Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) bekerjasama dengan BAZNAS Sanggau.

Kasubag TU Kantor Kementerian Agama Saukani pelatihan ini juga dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan para imam dan khotib yang memang masih kurang di Sanggau.

Kepada para calon Khotib khususnya, Saukani mengimbau agar dapat memberikan nilai-nilai yang positif dalam khutbahnya, yang menyejukan bukan yang bersifat provikatif.

“Kalau di Kementerian Agama ada program moderasi beragama, yang mana sebagai Khotib tidak menimbulkan kontroversial di masyarakat. Oleh karena itu, Khotib harus bekerjasama dengan Pemerintah dan mendukung program-program Pemerintah,” ujar dia usai pelatihan, Minggu (16/1).

Khotib, lanjur Saukani, juga sebagai moderator. Artinya, ketika muncul persoalan dengan pihak-pihak lain, Khotib ini harusnya memberikan penjelasan yang menyejukan kepada msyarakat.

“Apalagi sekarang ini kah muncul berbagai macam aliran yang berpotensi menimbulkan perselihan,” terangnya.

Baca Juga:

Saukani juga menjelaskan terkait sertifikasi Khotib yang dulu pernah ditawarkan pemerintah namun kemudian wacana tersebut menimbulkan pro dan kontra di masyarakat.

“Maksud pemerintah melakukan sertifikasi itu agar orang-orang yang menjadi Khotib ini harus memenuhi syarat dan rukunnya sehingga dia tidak berbicara yang sifatnya adu domba yang dapat merusak kerukunan dan harmonisasi dalam kehidupan bermasyarakat,” ungkapnya

“Kenapa ini penting saya sampaikan, karena sudah kita dengar muncul bibit perpecahan yang diakibatkan sang Khotib tidak menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Sanggau Sjamsul Chaidir menyampaikan pelatihan ini diikuti oleh calon imam dan khotib yang merupakan perwakilan Maajid dan Surau yang ada di Kota Sanggau.

“Sementara ini hanya dalam Kota yang bisa kita jangkau, mudah-mudahan tahun depan kita bisa menjangkau Kecamatan lain,” katanya.

Dikatakannya, pelatihan ini diberikan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan calon imam dan khotib.

“Karena bagaimana pun juga, saat ini jumlah Imam dan Khotib yang ada di Kota Sanggau khususnya masih sangat kurang,” ujarnya.

Sjamsul menambahkan, sebelumnya, pada Sabtu (16/1), PD DMI Sanggau bekerjasama dengan BAZNAS Sanggau telah melaksanakan pelatihan Fardu Kifayah yang diikuti 30 orang peserta perwakilan masjid dan surau.(pek)