Dewan Hakim MTQ ke-VII tingkat Kabupaten Kubu Raya yang akan menilai kemampuan para kafilah.
Dewan Hakim MTQ ke-VII tingkat Kabupaten Kubu Raya yang akan menilai kemampuan para kafilah. Foto: ist

Kubu Raya, BerkatnewsTV. Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke VII Kabupaten Kubu Raya resmi dibuka, Sabtu (4/7). Kecamatan Kuala Mandor B untuk tahun ini ditetapkan menjadi tuan rumah.

MTQ yang berlangsung selama tujuh hari ini diikuti sebanyak 273 kafilah dari sembilan kecamatan. Di tengah pandemi, seluruh peserta diwajibkan menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Termasuk official dan dewan hakim diwajibkan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Menurut Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan, MTQ kali ini bukanlah MTQ biasa lantaran digelar di tengah kondisi pandemi Covid-19. Sehingga seluruh kafilah dan official termasuk dewan hakim diwajibkan mematuhi protokol kesehatan.

“Insya Allah panitia memahami kondisi sekarang, makanya kita tetap melaksanakan agenda ini. Kalau kita lihat, MTQ ini semakin waktu semakin baik pelaksanaannya”, kata Muda saat membuka MTQ ke VII tingkat kabupaten di halaman Kantor Camat Kuala Mandor B, Sabtu (4/7) malam.

Muda mengatakan, sebagaimana harapan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) provinsi, tentunya Kubu Raya akan terus mengupayakan kualitasnya sehingga jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

“Apalagi kita merupakan daerah penyumbang emas di MTQ nasional seperti pada tahun sebelumnya, yang mana prestasi anak-anak kita dan kita yakini, proses yang lebih berkualitas itu kedepannya kita upayaksn juga bsgaimana untuk kita menjaringnya lebih luas lagi”, ujarnya.

Muda menyampaikan, Pemkab Kubu Raya akan terus mengawal agenda ini, apalagi pelaksanaan MTQ di tingkat provinsi juga di rubah yang diadakan setiap tahun.

Baca Juga:

Sehingga peluang kesempatannya membuat semua pihak tidak ada lagi waktu lenggang karena semuanya harus terus fokus mulai dari seleksi di tingkat desa, Kecamatan sampai kabupaten.

“Pada Pelaksanaan MTQ ke VII ini saya mengapresiasi dan berterima kasih yang sangat luar biasa kepada tuan rumah yang telah mempersiapkan kegiatan ini dengan segala keterbatasan di tengah pandemi saat ini dan dukungan TNI/Polri, semua pihak serta desa-desa di kecamatan Kuala Mandor B ini juga,” ucapnya.

Muda mengingatkan semua peserta dan official untuk saling menjaga kesehatan mengingat dengan lainnya karena saat ini kondisi hujan dan lembab sehingga diharapkan harus mampu berusaha untuk menjaga kualitas dan saya optimis agenda ini berjalan lancar selama sembilan hari kedepan.

“Pelaksanaan MTQ ini juga ada yang dilakukan secara virtual di beberapa cabang perlombaan dan dewan hakim juga ucapkan terima kasih, semoga kita bisa sama-sama mengawal agenda ini dengan maksimal dan kualitas yang baik”, harapnya.

Camat Kuala Mandor B Maluk mengatakan, pelaksana MTQ ke VII kali ini memang sedikit berbeda, yang mana pihaknya tidak menyediakan tale-tale dan stand pameran karena hal itu akan mengundang kerumunan masyarakat.

“Untuk penginapan para kafilah, kita juga telsh menempatkan setiap kafilah di rumah-rumah penduduk yang lokasinya tidak jauh dari mimbar utama MTQ di halaman kantor camat Kuala Mandor B ini,” paparnya.

Maluk menambahkan, jumlah kafilah yang ikut pada MTQ ke VII tingkat kabupaten Kubu Raya ini sebanyak 273 orang yang mana setiap kafilah di masing-masing kecamatan bervariasi ada yang 35 dan 40 peserta.

“Pelaksanaan MTQ di masa pandemi ini, kita juga akan membatasi jumlah peserta yang hadir di mimbar utama MTQ yang diperuntukkan bagi peserta yang akan berlomba pada hari dan hanya didampingi satu official saja serta kami juga telah membatasi jumlah pengunjung dengan memasang tali di lokasi MTQ”, pungkasnya.(rob)