Wakil Ketua DPRD Kubu Usman saat reses di Kecamatan Sui Kakap. Foto: Ist

Kubu Raya, BerkatnewsTV. DPRD Kubu Raya menyayangkan Rp2 miliar dana BOSDA pakaian seragam tak terserap. Seyogyanya total anggaran yang dialokasikan untuk BOSDA pakaian seragam di tahun 2019 lalu ini sebesar Rp10,6 miliar lebih. Namun, yang terserap sekitar 74,9 persen.

Temuan itu setelah Pansus LKPj Tahun Anggaan 2019 rapat paripurna internal menyampaikan hasil pembahasannya bersama OPD terkait, Senin (11/5) kemarin.

“Ini sangat kami sayangkan. Ternyata masih ada alokasi anggaran BOSDA pakaian seragam yang tidak terserap. Nilainya lumayan besar sampai Rp2 miliar,” ungkap Wakil Ketua DPRD Kubu Raya, Usman.

Mirisnya sambung Usman, alasan yang diutarakan dinas adalah penjahitnya yang tidak siap. Sementara di Kubu Raya hampir setiap kecamatan banyak penjahit lokal yang diberdayakan.

“Ini kan tidak masuk akal. Padahal, ini program unggulan Bapak Bupati untuk membantu anak-anak Kubu Raya yang membutuhkan. Mestinya dinas terkait bisa menjabarkan program unggulan itu dengan maksimal,” tegasnya.

Apalagi, menurut Usman, pakaian seragam menjadi kebutuhan bagi siswa/siswi anak-anak sekolah di Kubu Raya. Perencanaannya dinilai kurang matang.

“Jadi, alasan dari dinas itu tidak rasional. Kalau memang nantinya dinas terkait tidak bisa memaksimalkan anggaran yang telah dialokasikan maka kedepan kita akan lebih selektif lagi. Sebab hakekatnya APBD itu untuk kesejahteraan untuk masyarakat Kubu Raya,” pungkasnya.(rob)