Sebanyak enam orang menjadi korban ledakan tabung gas 3 Kg yang terjadi di dalam rumah kontrakan. Foto: Ist

Sanggau, BerkatnewsTV. Sebanyak enam orang menjadi korban ledakan tabung gas 3 Kg yang terjadi di dalam rumah kontrakan di jalan Sutan Syahrir Kelurahan Beringin Kecamatan Kapuas, Sabtu (21/3) malam.

Kapolsek Kapuas AKP Sri Mulyono mengatakan, ledakan tabung gas tersebut memicu terjadinya kebakaran bagian belakang rumah kontrakan.

“Saat kejadian, salah satu pengontrak rumah bernama pak Suladi sedang mengadakan tahlilan 40 hari wafat orang tuanya yang dihadiri sekitar 60 orang yang merupakan keluarga dari pak Suladi dan juga tetangga sekitar kontrakan tersebut,” ungkap Kapolsek, Minggu (22/3).

Kapolsek menduga, kebakaran yang terjadi di kontrakan berukuran 4 X 8 m2 itu bersumber dari gas 3 Kg yang diduga bocor yang digunakan untuk memasak atau memanaskan makanan untuk para tamu.

Kejadian kebakaran tersebut, lanjut Kapolsek, berlangsung kurang lebih 25 menit dan dipadamkan oleh warga sekitar dengan mengunakan ember dan alat penyemprot dari sumbur bor.

Adapun identitas keenam orang korban tersebut masing – masing adalah, pertama; Abdul Ghonim yang tak lain adalah pemilik kontrakan. Abdul Ghonim mengalami luka bakar dibagian tangan sebelah kanan dan tidak dilakukan penangan medis di Rumah Sakit Mth Dejaman.

Kedua, Umi Kartini (istri Lek No). Umi mengalami luka bakar dibagian muka, dada dan punggung dan dilakukan penangan medis di Rumah Sakit Centra Medika Sanggau. Ketiga, Sukarti, (istri Amrozi). Sukarti mengalami luka bakar dibagian muka, dada dan punggung yang kemudian dilakukan penangan medis di RSUD Mth. Djaman Sanggau.

Keempat, Wagiyem (istri Sriyono). Wagiyem mengalami luka bakar dibagian muka, dada dan punggung yang selanjutnya dilakukan penangan medis di RSUD Mth. Djaman Sanggau. Kelima, Wiwik (istri Kartiyo). Wiwik diketahui mengalami luka bakar dibagian muka, dada dan punggung dilakukan penangan medis di RSUD Mth. Djaman Sanggau

Dan keenam, Narso, mengalami luka bakar dibagian muka, dada dan punggung dilakukan penangan medis di RSUD Mth. Djaman Sanggau.

“Adapun keenam korban sampai saat ini masih berada di RSUD MTh. Djaman 4 orang dan 1 orang di RS Centra Medika serta 1 orang tidak dilakukan perawatan,” ujar Kapolsek. (pek)