Seorang anak kecil bernama Abel memberikan kado bunga mawar merah kepada Rosalina Muda Mahendrawan. Foto: Ist

Kubu Raya, BerkatnewsTV. Puncak peringatan HUT ke-11 Forum Komunikasi Pembangunan Sui Raya Dalam (FKPSRD) dan HUT ke-9 Desa Sui Raya Dalam (Serdam) pada hari Minggu (22/12) juga bertepatan dengan Hari Ibu.

Wajar, jika dari ribuan peserta senam massal joget pesona Kubu Raya, lebih didominasi dari kalangan ibu-ibu dan anak-anak.

Kehadiran Rosalina Muda Mahendrawan di tengah tengah peserta tak ayal menjadi perhatian ibu-ibu yang juga berebutan untuk berfoto selfi.

Seraya tersenyum, Ketua TP PKK Kubu Raya ini ikut hanyut berfoto selfi dengan peserta.

Setelah senam joget pesona Kubu Raya, Ia pun kemudian diminta untuk memberikan sepotong nasi tumpeng kepada Ketua TP PKK Desa Sui Raya Dalam.

Disaat lagu selamat ulang tahun dinyanyikan, Rosalina tiba-tiba didatangi seorang anak perempuan cantik nan lucu berusia lima tahun.

Anak kecil ini pun memberikan bunga mawar merah sebagai kado istimewa memperingati Hari Ibu yang jatuh setiap tanggal 22 Desember.

Spontan, Rosalina langsung menerima bunga mawar merah tersebut dengan senyuman.

Anak perempuan yang diketahui bernama lengkap Abelia Risma Dayanti ini juga memberikan bunga mawar putih kepada Ketua TP PKK Kecamatan Sui Raya dan Desa Sui Raya Dalam.

Putri dari Sukma Dianawati ini sekolah di TK Kemala Bhayangkari. Ia diketahui kerap sering mengikuti berbagai perlombaan fashion dan menggambar.

Bahkan, ia dikabarkan terlatih melakukan tarian joget pesona Kubu Raya yang ditampilkan saat senam massal di jalan Sui Raya Dalam.

“Momen Hari Ibu, kita berharap dan ingin ke depan seluruh perempuan khususnya Kubu Raya semakin menanjak dan meroket. Maksud dari meroket adalah segala sesuatunya harus menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Tentunya itu semua melalui proses-proses,” kata Rosalina.

Maka ia mengajak Peringatan Hari Ibu menjadi refleksi sejumlah hal yang berkaitan dengan eksistensi kaum ibu khususnya di Kubu Raya.

“Kalau kita lihat, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak juga masih cukup tinggi. Sehingga memang perlu untuk selalu mengingatkan dan mencerahkan setiap kali ada agenda ke berbagai daerah,” tuturnya.

Rosalina melanjutkan, pihaknya juga komit pada upaya pemberdayaan perempuan yang bermuara pada peningkatan ekonomi. Karena salah satu penyebab terjadinya kekerasan terhadap anak dan perempuan adalah faktor ekonomi.(tm)