Sekda Kubu Raya Yusran Anizam membuka penyerahan insentif kepada petugas fardhu kifayah dan guru ngaji. Foto: Ist

Kubu Raya, BerkatnewsTV. Pemkab Kubu Raya mengucurkan insentif tahap dua di tahun 2019 kepada 1.545 petugas fardhu kifayah dan guru ngaji pada Rabu (11/12). Insentif yang diterima senilai Rp1.662.500 per orang.

“Jumlahnya memang tidak seberapa. Namun intinya kita ingin memberikan perhatian kepada guru ngaji dan petugas fardhu kifayah yang ada di kabupaten ini,” kata Sekda Kubu Raya Yusran Anizam saat menyerahkan insentif.

Ia sebutkan, di tahun 2019 jumlah penerima insentif sebanyak 1.545 orang. Terdiri atas 485 petugas fardhu kifayah dan 1.060 guru ngaji se-Kabupaten Kubu Raya.

Jumlah tersebut didapat setelah dilakukan validasi data. Sehingga program benar-benar tepat sasaran. Karena itu, dirinya meminta para kepala desa untuk terus melakukan pemantauan, jika ada petugas yang tidak aktif, meninggal, atau pindah domisili. Kades diminta untuk melaporkan kepada kecamatan dan selanjutnya kecamatan melaporkan ke Bagian Kesra Kabupaten Kubu Raya.

“Selanjutnya pihak desa bisa mengajukan penggantian petugas tersebut dengan melampirkan surat yang menerangkan bahwa yang bersangkutan memang benar-benar aktif sebagai petugas fardhu kifayah dan guru ngaji,” paparnya.

Yusran mengungkapkan, ke depan program insentif akan terus disempurnakan. Sehingga semakin banyak guru ngaji dan petugas fardhu kifayah yang menerimanya.

Bahkan untuk petugas fardhu kifayah akan diperluas, yakni tidak hanya mereka yang mengurus jenazah, tapi juga petugas pembuat peti, penggali kubur, dan seterusnya.

Merealisasikan hal itu, ia menyatakan pentingnya pendataan yang benar. Agar tidak menimbulkan kecemburuan di antara masyarakat.

“Pemberian insentif ini kelak akan dilakukan dalam bentuk kelembagaan karena yang namanya petugas fardhu kifayah ini bukan hanya dilakukan orang perorang melainkan bersama-sama masyarakat,” terangnya.

Lebih Yusran mengatakan ke depan pemerintah daerah juga akan memberikan pembekalan kepada para guru ngaji. Khususnya terkait metode terbaru pembelajaran Quran agar lebih terarah. Hal itu akan direalisasikan melalui kerja sama dengan sekolah-sekolah agar bsia masuk ke dalam muatan lokal.

“Mudah-mudahan para petugas fardhu kifayah dan guru ngaji terus menjaga dan meningkatkan keikhlasannya dan dalam menjalankan tugas, bukan didasari adanya imbalan,” pesannya.(rob)