Singkawang, BerkatnewsTV. Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) memberikan perlindungan jaminan kesehatan kepada seluruh segmen masyarakat.

Salah satunya adalah Sanisah (44) merupakan peserta Program JKN-KIS dari segmen Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU).

Sanisah telah mendaftarkan diri dan keluarganya menjadi peserta JKN-KIS sejak bulan Maret 2017. Selama lebih dari dua tahun terdaftar sebagai peserta JKN-KIS, Sanisah dan keluarganya belum pernah menggunakan kartu JKN-KIS miliknya untuk berobat.

“Alhamdulillah, sejak dulu mendaftar hingga hari ini, saya dan keluarga belum pernah sekalipun menggunakan kartu JKN-KIS untuk berobat. Kalau bisa jangan sampai lah, inginnya saya dan keluarga selalu sehat saja,” tutur Sanisah.

Meskipun belum pernah menggunakan, Sanisah dan keluarganya tetap rutin membayar iuran JKN-KIS. Sanisah mengatakan sangat senang jika iuran yang telah ia bayarkan dapat menolong sesama.

“Saya menyadari bahwa biaya pengobatan itu mahal, apalagi jika harus menjalani operasi atau menderita penyakit kronis, biayanya pasti cukup besar. Sedangkan masih banyak saudara-saudara kita yang kurang mampu dan membutuhkan bantuan kita. Program JKN-KIS ini menjadi salah satu cara kita untuk menolong saudara-saudara kita yang membutuhkan. Saya sangat senang dan ikhlas jika iuran yang sudah saya bayarkan dapat meringankan beban orang lain,” ungkap Sanisah.

Sanisah yang sehari-harinya menjadi ibu rumah tangga dan suaminya bekerja sebagai tukang bangunan mengatakan, tidak merasa berat dengan jumlah iuran yang harus ia bayarkan setiap bulan.

Meskipun tidak berpenghasilan tetap, Sanisah bersama suaminya selalu menyisihkan sebagian dari hasil penghasilannya untuk membayar iuran JKN-KIS.

“Membayar iuran JKN-KIS sudah menjadi salah satu prioritas pengeluaran kami, berapa pun penghasilan yang didapat pasti kami sisihkan sebagian untuk membayar iuran,” tutur Ahim, suami Sanisah.

Sanisah dan keluarganya berdomisili di Desa Seranggam, Kecamatan Selakau Timur, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Rumahnya cukup jauh dengan tempat pembayaran iuran, namun itu bukan halangan baginya untuk membayar iuran tepat waktu.

“Rumah kami kan di desa dan cukup jauh dari tempat pembayaran, tapi saya selalu ingatkan suami untuk membayar iuran tepat waktu,” tutur Sanisah.

Musibah sakit bisa datang kapan saja dan kepada siapa saja, untuk itu upaya pencegahan tetap harus dilakukan. Sanisah berharap dengan menjadi peserta JKN-KIS, ia dapat memberikan perlindungan untuk diri sendiri, keluarga maupun orang lain untuk mendapatkan kepastian jaminan kesehatan.(rls)