UMKM Penopang Ekonomi, BCA Dukung Gebyar UMKM di Pontianak

Foto bersama  Wakil Walikota Pontianak, Bahasan, Kepala KCP Gajahmada Pontianak, Ketua Himpu, Deddy Supriadi beserta undangan usai pembukaan Gebyar UMKM Pontianak. Foto: ist.

Pontianak, BerkatnewsTV. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) terus berkomitmen mendukung Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT). Hal ini diimplementasikan BCA salah satunya dengan mendukung Gebyar UMKM di Pontianak.

BCA yang turut mendukung pengembangan bisnis di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai salah satu motor penggerak perekonomian Indonesia, BCA hadir di acara Gebyar UMKM, pada Sabtu dan Minggu (23-24/11).

Hadir pada pembukaan antara lain Verry Yang Kepala KCP Gajahmada Kota Pontianak, Bahasan, SH, Wakil Walikota Kota Pontianak, Ir. Haryadi S Triwibowo, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Pontianak dan Deddy Supriadi selaku Ketua HIMPU (Himpunan Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah) dan Ketua Panitia EO 9.0.

Verry Yang mengatakan geliat bisnis UMKM sebagai penopang perekonomian Indonesia semakin beragam. Tren digitalisasi saat ini turut mempermudah UMKM untuk dapat berkembang melalui pemasaran langsung produknya lintas daerah di Indonesia bahkan hingga ke mancanegara.

Event gebyar UMKM ini menjadi salah satu momentum untuk
memperkenalkan dan memacu daya saing UMKM untuk terus dapat menjawab tuntutan pasar dan tren konsumen saat ini.

Sejalan dengan itu, gelaran seperti ini juga turut mendorong bertumbuhnya kesadaran dan perubahan perilaku masyarakat untuk menggunakan transaksi nontunai.

Kemudahan teknologi melalui inovasi dan transformasi digital telah membawa perubahan yang mendasar terhadap sistem pembayaran yang lebih praktis, mudah, efisien, dan aman.

“BCA senang dapat turut mendukung acara Gebyar UMKM, karena dapat memberikan kesempatan kepada UMKM untuk menunjukkan daya saingnya dan memperkenalkan keunggulan komparatifnya dalam menjawab kebutuhan pasar. Di samping itu, BCA juga selalu berkomitmen memperluas terbentuknya ekosistem pembayaran nontunai, menuju cashless society,” ujar Verry Yang.

Gebyar UMKM merupakan sebuah bentuk komitmen Pemkot Pontianak dalam memberdayakan para pelaku UMKM. Ini menjadi salah satu solusi mengenalkan produk pelaku UMKM yang ada di Kota Pontianak kepada masyarakat luas.

Sekitar 50 partisipan yang ikut memeriahkan gelaran Gebyar UMKM Pontianak yang menawarkan berbagai produk menarik.
Guna merespon minat masyarakat khususnya generasi muda yang tinggi akan aplikasi layanan perbankan digital, BCA menawarkan solusi pembelian voucher di berbagai tenant Gebyar UMKM Pontianak dengan menggunakan aplikasi Sakuku, uang elektronik yang dapat digunakan bertransaksi melalui aplikasi smartphone.

Sakuku dapat dengan mudah diunduh pada Google Play Store atau App Store. Melalui Sakuku, pembelian berbagai produk-produk di Gebyar UMKM Pontianak menjadi cepat dan mudah.

Di sisi lain, pengunjung yang memiliki aplikasi Sakuku, kartu Flazz dan debit BCA juga dapat melakukan pembelian voucher untuk bertransaksi pada gelaran acara.

”Kegiatan ini tidak hanya berdampak pada perekonomian kelas kecil dan menengah, tetapi juga turut menyadarkan masyarakat bahwa produk-produk UMKM lokal tidak kalah dengan produk-produk luar. Kecintaan pada produk lokal yang diinisiasi UMKM dapat mendorong tumbuhnya UMKM yang kreatif, inovatif, dan unggul sebagai salah satu penopang perekonomian bangsa,” tegas Verry Yang.

Sementara itu Wakil Walikota Pontianak Bahasan, SH, mengucapkan terima kasih kepada pihak BCA Kota Pontianak yang turut serta mendukung kegiatan acara gelaran Gebyar UMKM Kota Pontianak ini.

“Kita memberikan apresiasi kepada Bank BCA Kota Pontianak yang mensuport acara ini, semoga kegiatan gebyar UMKM in bisa digelar secara berkesinambungan,” harapnnya.

Wakil Walikota juga mendukung kegiatan gebyar UMKM Kota Pontianak dan juga mendapat sambutan hangat dari masyarakat Kota Pontianak dan juga pelaku usaha kuliner.

“Kalau saya melihat antusias masyarakat, pengunjung dan juga para pelaku usaha makanan dan minuman yang tergabung dalam UMKM diikuti  sebanyak 49 stand ini, merupakan satu hal yang patut kita dukung bersama, dan ini merupakan jajanan khas kuliner Kota Pontianak,” ujarnya.

Wakil Walikota juga berharap melalui moment yang sangat luar biasa yang harus dibangun. “Kuliner yang ditampilkan ini merupakan identitas kearifan lokal yang harus kita tunjukan kepada dunia luar, baik yang bersifat nasional maupun internasional,” harap Bahasan.

Wakil Walikota juga berharap kepada HIMPU Kota Pontianak untuk terus menerus berinovasi dan berkreasi menggelar berbagai event yang menampilkan berbagai produk UMKM sehingga menggairahkan para pengusahan makanan dan minuman di Kota Pontianak ini.(rls)

Tulis Komentar