Koki dari kalangan milenial yang berasal dari 15 Kecamatan di Kabupaten Sanggau mengikuti lomba masak disaksikan Bupati Sanggau. Foto: Abang Indra

Sanggau, BerkatnewsTV. Guna mendukung gerakan memasyarakatkan makan ikan (Gemarikan) di tengah masyarakat terutama kalangan milenial, Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Sanggau menggelar lomba masak serba ikan tingkat Provinsi Kalbar, Rabu (13/11) di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Sanggau.

Puluhan koki dari kalangan milenial yang berasal dari 15 Kecamatan di Kabupaten Sanggau mengikuti lomba tersebut. Para calon – calon Chef pemula itu menunjukan kebolehannya meracik dan membumbui panganan serba ikan itu.

Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalbar, Herti Herawati mengatakan lomba masak koki cilik ini adalah ide dari Gubernur.

“Jadi beliau sangat teliti sekali, ia mengatakan coba kegiatan lomba masaknya jangan monoton hanya untuk ibu PKK saja, akan tetapi tambahkan untuk anak-anak atau lomba masak koki junior,” tuturnya.

Apalagi, salah satu program dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalbar yakni untuk meningkatkan konsumsi ikan dan tujuan utamanya salah satu program yang sangat strategis yaitu untuk melawan stunting.

ia juga mengapresiasi kepada Ibu Bupati selaku Ketua Forikan Kabupaten Sanggau yang mana beberapa hari yang lalu melaksanakan penilaian tingkat nasional untuk nominasi juara satu, dua dan tiga untuk tingkat nasional untuk kegiatan gemarikan di wilayah Sanggau.

“Sehingga melalui kegiatan yang diselanggarakan saat ini, kita harapkan bisa nantinya untuk menambah poin penilaian, sehingga mudah-mudahan bisa menjadi juara satu,” harapnya.

Bupati Sanggau Paolus Hadi mengatakan dengan lomba masak koki cilik mendorong anak untuk makan ikan.

“Yang saya pahami bahwa yang susah makan ikan adalah anak-anak kita dan anak-anak ini mereka jarang diajak untuk kampanye gemar makan ikan dan hari ini mereka mengikuti lomba chef junior dengan berbagai macam bentuk yang mereka sajikan. Generasi muda harus melihat peluang bisnis ikan,” jelasnya.

Paolus Hadi meminta gencar kampanyekan gemar makan ikan agar para guru PAUD untuk bisa mengajak kepada anak-anak didikmya untuk terus mengkonsumsi ikan.

“Sanggau kalau dilihat produksi atau ikan yang masuk ke Sanggau sudah cukup banyak, kalau pola hitungannya dibagi per penduduk maka hasilnya tinggi,” terangnya.

Namu kalau lihat sistem penilaian bagaimana rata-rata orang Sanggau makan ikan, dilihat mungkin dari survei di tanya orang per orang masih rendah hanya 25 kg menjadi 23 kg perkapita.

“Sehingga kita menjadi tertantang, kalau orang Tayan Hilir dibandingkan dengan orang yang ada Kecamatan Mukok, Noyan, Jangkang dan Entikong, pasti Tayan Hilir paling banyak makan ikan karena disana produksinya banyak,” ujarnya.(dra)