Description

Fasilitas di Co-Working Space Untuk Star Up Pontianak

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat meninjau ruang Co-working Space fasilitas bagi para Star up Hub. Foto: Ist

Pontianak, BerkatnewsTV. Pemkot Pontianak menyediakan fasilitas bagi para Star up Hub generasi muda untuk mengembangkan bakat kreatifnya di dunia digital yang terletak di Ruang Pontive Center.

Dalam ruang Co-working Space, disediakan 21 meja lengkap dengan perangkat komputer dan fasilitas jaringan internet melalui WiFi.

“Mereka bisa menggunakan ruangan itu selama jam kerja yakni mulai pukul 08.00 – 15.00 WIB,” sebut Kepala Dinas Kominfo Kota Pontianak Uray Indra Mulya

Untuk bisa menggunakan Ruang Co-Working Space tersebut, bisa melakukan reservasi atau booking melalui aplikasi reservasi startup Kota Pontianak. Reservasi online ini untuk memudahkan pengguna Co-Working Space apabila hendak menggunakannya pada waktu yang ditentukan sendiri.

“Kalau pada jam dan hari yang dibooking sudah ada yang mereservasi, maka bisa pilih waktu lainnya,” tutur Uray.

Selain sarana dan prasarana pendukung, Co-Working Space juga menyiapkan mentor-mentor yang terdiri dari akademisi, praktisi maupun penggiat startup untuk memberikan ilmu bagi para startup-startup pemula.

Para mentor tersebut akan berbagi ilmu terkait bagaimana membuat aplikasi yang menarik dan memiliki nilai komersil dan sebagainya. Selain ruang Co-working Space, juga dilengkapi ruang untuk bersantai meregangkan badan sejenak.

“Ruangan ini dilengkapi permainan soccer, kursi yang nyaman, sehingga mereka bisa lebih fresh untuk melanjutkan pekerjaannya setelah beristirahat sejenak,” imbuhnya.

Tahap awal ini, Co-working space diprioritaskan untuk mereka yang menjuarai kompetisi startup. Kemudian masyarakat umum dengan cara melalui booking tempat diaplikasi reservasi startup Kota Pontianak. Penyediaan fasilitas bagi penggiat IT ini merupakan bagian dari kepedulian para dunia usaha melalui program CSR mereka.

“Jadi fasilitas ini bantuan CSR dari dunia usaha yang peduli untuk kemajuan Kota Pontianak,” sebutnya.

CEO B-Living, Simon Petrus, menyambut baik dan mengapresiasi komitmen Pemkot Pontianak dalam mendukung pengembangan startup di Pontianak.

“Co-working space ini sangat membantu karena dimulai dari wadah inilah Pemkot Pontianak sangat berkontribusi menyediakan ruang bagi developer startup,” ucapnya.

Selain menyediakan Startup Hub atau Co-Working Space, lanjut Simon, Pemkot Pontianak juga berkomitmen dalam mendukung berkembangnya startup, misalnya melakukan pembinaan-pembinaan dengan menggelar workshop atau seminar tentang startup. Hal ini sangat membantu startup-startup baru yang belum ada tempat atau kantor.

“Mereka bisa menggunakan ruang Co-working space ini. Melalui kompetisi juga sangat bagus karena mentor-mentor mengajarkan bagaimana mengembangkan startup yang bagus, ekosistem yang baik,” pungkasnya

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan kehadiran Startup Hub dengan Co-Working Space-nya merupakan bagian dari konsep smart city. Diharapkan nantinya bisa memberikan andil perkembangan bisnis startup di Kota Pontianak.

Menurut Edi, dalam membangun sebuah ekosistem, tentu harus didukung dengan kolaborasi, termasuk dalam menyiapkan Startup Hub Kota Pontianak yang mendapat dukungan dari dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Pihaknya memberikan ruang seluas-luasnya terutama generasi muda yang ingin mengembangkan usahanya atau inovasinya. “Saya yakin kolaborasi ini wujud dari pada rencana kita untuk terus menjadikan Pontianak sebagai kota cerdas dengan pengelolaan yang smart,” ungkapnya.

Kehadiran Co-Working Space ini, lanjut dia, bisa menjadi wadah para pengembang startup untuk saling belajar, sharing atau menuangkan ide-ide dan kreatifitas mereka.

“Kita menyiapkan Co-Working Space ini, silakan manfaatkan ruang tersebut untuk mewujudkan apa yang menjadi cita-cita saudara,” ucap Edi.

Diakuinya, masih banyak kekurangan terutama dalam penghimpunan dan pengelolaan data. Hal ini lantaran pihaknya sedang meningkatkan kualitas konsep satu data.

“Jadi data apapun ada dan data itu harus terus update dan terus benar-benar divalidasi sebagai sumber dari apa yang harus kita putuskan dalam mengambil kebijakan,” tukasnya.(jim)