loading=

Atlet Kecewa Bonus Tak Sesuai. Pengurus KONI Kubu Raya Didesak Mundur

Atlet Kubu Raya usai menerima bonus yang dinilai tidak sesuai setelah berjuang atas nama Kabupaten Kubu Raya diajang Porprov 2018 lalu. Foto: ist

Kubu Raya, BerkatnewsTV. Kekecewaan atlet Kubu Raya yang mengikuti Porprov waktu lalu sepertinya sudah tak terbendung lagi lantaran mengetahui bonus yang diterimanya jauh dari harapan.

Nilainya untuk peraih medali emas Rp3,5 juta, medali perak Rp1.250.000 dan untuk peraih medali perunggu Rp600 ribu.

Atlet menganggap bonus yang diterimanya ironis dari perjuangan selama ini yang telah dilakukannya untuk membela Kabupaten Kubu Raya.

Desakan ganti kepengurusan KONI Kubu Raya pun mulai bergulir karena dianggap tidak transparan dalam pengelolaan keuangan Porprov yang nilainya sebesar Rp1,5 miliar bersumber dari APBD.

“Iya lebih baik ganti saja kepengurusan KONI Kubu Raya. Sudah tidak tranparan. Dana untuk Porprov Rp1,5 miliar. Yang menjadi pertanyaan kemana dana itu,” kesal salah satu altet judo putri Hariyani, Minggu (6/1).

Hariyani merupakan peraih medali perak di ajang Porprov 2018 lalu untuk membela nama Kubu Raya namun hanya dihargai dengan bonus Rp1.250.000.

“Jumlah ini jauh berbeda jika dibandingkan dengan kabupaten lain,” ucapnya.

Ia mengaku sudah bertemu dengan Ketua KONI mempertanyakan masalah ini. Namun jawaban dari Ketua KONI cukup miris yakni tidak ada anggaran.

“Saat saya tanyakan langsung ke Ketua KONI Kubu Raya masalah ini hanya dijawabnya memang segini karena tidak ada anggaran,” ujarnya.

Ironis lagi, disebutkan Hariyani untuk TC (Training Center/ pusat pelatihan) untuk persiapan Porprov, tidak satu pun atlet yang dibiayai. Selama tiga bulan atlet harus merogoh kocek sendiri untuk mengikuti TC.

“Kami harus mengeluarkan uang sendiri. Untuk makan, bensin dan operasional lainnya. Hanya uang pesangon Rp200 ribu saja dikasih itu pun untuk saat mau bertanding,” ungkapnya.

Hariyani menilai kondisi ini sudah terjadi di dua kali kepengurusan KONI Kubu Raya. Tidak ada perubahan dan perkembangan yang lebih baik.

“Wajar dan jangan heran kalau banyak atlet Kubu Raya membela daerah lain. Akibatnya, prestasi Kubu Raya merosot di peringkat keenam padahal lalu-lalu kita di peringkat ketiga dengan puluhan medali,” terangnya.

Sementara Ketua KONI Kubu Raya, M. Ya’kob yang dikonfirmasi tidak dapat dihubungi. Beberapa kali nomor ponsel yang dihubungi sedang tidak aktif.

Diketahui prestasi kontingen Kubu Raya di ajang Porprov 2018 sangat memprihatinkan. Kontingen Kubu Raya mampu meraih 28 emas, 53 perak dan 84 perunggu.

Hasil ini Kubu Raya hanya bisa menduduki peringkat keenam dari 14 kabupaten/ kota di Kalbar. Jauh dibawah Sintang, Ketapang, Landak, Mempawah dan Kota Pontianak (juara umum).(rob)