Ayang Mas (44) seorang pemulung barang bekas yang biasa beroperasi di Seputar Kota Sanggau mampu menyekolahkan anaknya di dua perguruan tinggi Negeri di Pontianak. Foto: Abang Indra

Sanggau, BerkatnewsTV. Siapa sangka ditengah kondisi ekonomi yang sulit saat ini, Ayang Mas (44) seorang pemulung barang bekas yang biasa beroperasi di Seputar Kota Sanggau mampu menyekolahkan anaknya di dua perguruan tinggi Negeri di Pontianak.

Ayang Mas warga Lingkungan Kantu’ Kelurahan Tanjung Sekayam itu sempat berpisah dengan suaminya yang pertama dan menikah lagi dengan seorang lelaki bernama Usman Lilek (67) yang juga berprofesi sebagai pemulung.

Dari pernikahannya yang pertama, Ayang Mas dikaruniai tiga orang anak masing – masing Herman Susanto (24), Dewi Safitri (20) dan Agus Prasetya (20).

“Dewi kuliah di IKIP PGRI Semester 3 sementara Agus juga disemester 3 Polnep,” katanya ditemui Minggu (14/10).

Tak ingin anaknya bernasib sama, itulah yang menjadi motivasi Ayang Mas sekuat tenaga menyekolahkan anaknya himgga perguruan tinggi.

“Saya ini tamatan SD, saya tak mau anak saya seperti saya, biarlah saya yang susah asalkan anak – anak saya berkecukupan,” ujar dia.

Ke dua anak Ayang Mas saat ini sangat membutuhkan laptop untuk proses perkuliahan.

“Iya bang, dikampus biasanya ada tugas dan itu butuh laptop. Selama ini saya minjam dengan kawan, kadang tidak enak juga karena kawan juga makai laptopnya,” kata Agus.

Agus mengatakan sempat bercerita kepada Ibunya permasalahan yang dihadapi saat kuliah. Namun Ia sangat memahami kesulitan Ibunya.

“Untuk kebutuhan sehari – hari jak sulit bang. Saya kasihan dengan ibu, kadang mau bayar semester pinjam sana sini,” ceritanya.

Tetangga Ayang Mas Ahmad Ismi mengaku prihatin dengan kondisi keluarga Ayang Mas.

“Saya tahu betul kondisi Ayang Mas ini, kalau ada kelebihan rejeki pasti saya bantu,” katanya.(dra)