Lahan tambak yang berisikan udang namun gagal panen lantaran mati diserang mio. Foto: ist

Kubu Raya, BerkatnewsTV. Dinas Perikanan Kubu Raya telah mengambil langkah untuk mengatasi wabah virus Myo yang menyerang udang milik petambak ikan di Desa Medan Mas Kecamatan Batu Ampar.

“Sudah. Staf dan penyuluh sudah ke sana. Sekaligus mengecek penyebabnya. Tinggal menunggu laporannya,” kata Kepala Dinas Perikanan Kubu Raya, Fawzi Kasim ditemui akhir minggu kemarin.

Menurut Fawzi, setiap ikan atau udang yang dikembangkan masyarakat memiliki karateristik dan permasalahan berbeda.

“Karena sekarang terkadang banyak virus-virus baru yang muncul. Itu yang membuat kita agak kewalahan mendeteksinya. Kita harus minta petunjuk ke balai benih atau pusat. Ini makan waktu,” terangnya.

Solusinya atasi virus Myo menurut Fawzi masyarakat setidaknya mengerem dulu menebar benih sambil melakukan sterilisasi air agar sirkulasinya berganti.

Ia juga berharap petambak lebih selektif membeli benih atau bibit yang dibeli. “Saya pikir petambak lakukan koordinasi dengan karantina ikan untuk mendatangkan udang dari luar. Kami di dinas menindak lanjuti dengan pembinaan,” jelasnya.

Seperti diberitakan BerkanewsTV waktu lalu, petambak udang di Desa Medan Mas Kecamatan Batu Ampar terkejut ketika melihat udang jenis faname seperti wangkang yang dipelihara tiba-tiba mati lantaran diserang wabah virus Myo.

Diperkirakan jumlahnya mencapai jutaan ekor. Lantaran ada 40 pemilik dengan total luas 100 ha lebih tergabung dalam Gapokan (Gabungan Kelompok Perikanan).

“Saya sendiri ada 4 tambak isinya sekitar 200 ribuan ekor. Matinya serentak pula agik tu,” ungkap Busri salah petambak ditemui, Kamis (26/7).

Akibatnya, petambak Medan Mas mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Lantaran virus mio sudah menyerang dua kali.

“Sejak Januari sampai sekarang dua kali musim gagal panen. Biasanya sekali panen 1 ton lebih dengan hasil Rp50-60 juta, dikalikan dua kali. Pokoknye semua di sini rugi ratusan juta,” ungkapnya.(rob)