Sejumlah Kepala OPD di Kubu Raya menghadiri pengumuman dimulainya lelang jabatan. Foto: Robby

PEJABAT DAFTAR JABATAN STAF AHLI

Jabatan Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Politik dan HAM
* M. Jaini (Camat Sui Ambawang)
* Amini Maros (Kabag Pemerintahan)
* Suwanri (Auditor Madya)
* Mustafa (Sekretaris Dinkes)

Jabatan Staf Ahli bidang Kemasyarakatan dan SDM
* Heri Supriyanto (Kabid Pengendalian dan Pengembangan)
* Dedi Yardi (Sekretaris DSPMD)
* Dyah Tut Wuri (Sekretaris Dinas Pera dan LH)
* Wasilun (Kabid Sapras)
* Ismail Kasim (Kabag Kesra)
* Rasudi (Camat Teluk Pakedai)
* Suhairi (Camat Sui Raya)

Kubu Raya, BerkatnewsTV. Cukup mengejutkan, dari 23 orang peserta lelang jabatan, separuh diantaranya mendominasi untuk memperebutkan jabatan dua orang staf ahli.

Padahal, publik kerap mengasumsikan staf ahli adalah posisi “pejabat yang miliki kursi tanpa jabatan”. Artinya, mereka yang ditempatkan di sini terkesan orang-orang yang dianggap memiliki “masalah” (integritas, kredibilitas atau loyalitas) sehingga mesti “di-kotak-kan”.

Namun di lelang jabatan kali ini justru berbanding terbalik. Ternyata jabatan staf ahli tampaknya menjadi posisi primadona para pejabat jaman now.

Fenomena ini menurut Bupati Kubu Raya Rusman Ali lantaran banyak pejabat yang memiliki rasa kekhawatiran dan ketakutan dengan sering kalinya terjadi penangkapan oleh aparat hukum.

“Ya mungkin mereka tidak mau pusing terlibat dengan proyek atau pemeriksaan yang semakin ketat. Bahkan ada beberapa kepala dinas datang ke saya berebut minta di posisi staf ahli,” ungkapnya.

Menurut Rusman Ali, artinya pembinaan yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada para pejabat khususnya di daerah dapat dikatakan berhasil.

“Namun KPK bukan berarti untuk menakut-nakutkan pejabat. Hanya si pejabat itu mungkin mencari posisi yang aman. Tak kuasa di tempat yang ‘basah-basah’ lah. Dia tidak mau ambil resiko,” jelasnya.

Sementara itu Sekretaris Pansel, Odang Prasetyo mengaku dirinya tidak tahu antusiasnya sejumlah pejabat mengincar posisi staf ahli.

“Itu kembali lagi ke hak dan pribadinya yang bersangkutan. Karena setiap orang memiliki pemikiran berbeda kenapa berminat ke posisi yang diinginkan itu,” ucapnya.

Nantinya sambung Odang yang juga sebagai Pj Sekda Kubu Raya ini, mereka yang mendaftar mengikuti tes sebagai bagian dari tahapan lelang. “Setiap jabatan akan diseleksi menjadi tiga orang. Dari situ akan dipilih satu orang,” terangnya.

Sayangnya, sejumlah nama pejabat yang mendaftar jabatan staf ahli saat akan dihubungi untuk dikonfirmasi tidak menjawab.

Terpisah, Sekretaris Sat Pol PP, Andy Hasriyadi menyatakan dirinya telah mengundurkan diri mengikuti lelang jabatan untuk posisi Kepala Sat Pol PP.

“Pengunduran diri itu saya ajukan pada hari Senin tanggal 28 Mei lalu. Semua berkas sudah saya tarik. Jadi saya tidak ikut. Ini karena keterbatasan waktu saya yang sepertinya belum bisa di posisi itu,” ujarnya.(rob)